Minggu, 27 Februari 2011

Syaikh Al-Qaradhawi Keluarkan Fatwa Bunuh Kadafi


Islamedia - Pemimpin Persatuan Ulama Internasional Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi berfatwa bunuh Muammar Kadafi, karena Kadafi telah membunuh rakyatnya dengan serangan pesawat tempur dan menggunakan tentara bayaran asing untuk membunuh rakyatnya sendiri.

Dalam Dialog Sore di TV Aljazeera Senin kemarin, Al-Qaradhawi juga meminta kepada tentara Libiya untuk tidak mendengar dan tidak mematuhi perintah Kadafi karena telah membunuh rakyat sendiri. Menaati Kadafi yang sewenang-wenang adalah haram. Tidak ada ketaatan pada makhluk dalam kemaksiatan kepada Khaliq (Allah).

Syaikh Al-Qaradhawi mengatakan, "Saya mengeluarkan fatwa untuk membunuh Kadafi. Baik jendral maupun prajurit Libiya, siapapun di antara mereka yang berkesempatan untuk menembak Kadafi, maka lakukanlah, agar Libiya dan umat Islam terbebas dari kejahatan Kadafi yang gila dan zhalim."

Syaikh Al-Qaradhawi menjelaskan, "Seorang pemimpin yang membunuh rakyat dengan cara jahannam seperti ini adalah kejahatan besar di sisi Allah Swt. Saya katakan pada jendral-jendral di sekitar Kadafi dan orang-orang yang menaati Kadafi, ingatlah firman Allah, "Barangsiapa yang membunuh orang-orang beriman secara sengaja, maka balasan baginya adalah neraka jahannam yang ia kekal di dalamnya, dan Allah marah padanya, dan Allah melaknatnya dan menyiapkan baginya azab yang besar." Ingat juga hadis Rasulullah, "Sungguh hancurnya dunia lebih sepele bagi Allah dari pada membunuh seorang Muslim secara tidak benar."

Syaikh Al-Qaradhawi juga menyifatkan Kadafi sebagai orang gila sejak lama. Kepada Kadafi Al-Qaradhawi mengatakan, "Jika Anda adalah ayah dari masyarakat Libiya, maka logiskah seorang ayah membunuh rakyatnya dengan pesawat tempur dan pembunuh bayaran asing?!"

Kepada rakyat Libiya Syaikh Al-Qaradhawi menyeru, "Tetaplah pada pendirian kalian dan bersabarlah. Apapun harganya, kebebasan memang mahal. Lanjutkanlah revolusi kalian. Barangsiapa di antara kalian yang meninggal, maka ia syahid di sisi Allah, dan baginya kedudukan yang mulia di Firdaus Al-A'la."

Syaikh Al-Qaradhawi juga menyeru rakyat Tunis, Mesir, dan pemerintah-pemerintah Arab, perstuan Islam, Uni Afrika, PBB, dan pihak terkait lainnya, agar tidak diam dengan apa yang terjadi di Libiya. (myj/alj)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Obrolan

Ads Banner

Followers

Catatan Tarbiyah Copyright © 2009 Daya Mandiri Designed by Rizky Priyatna